Sebelum Merantau ke Kamboja, Rahmat Julianto Tinggalkan Pesan kepada Keluarga di Lubuk Linggau

 



LUBUK LINGGAU – Kisah Rahmat Julianto (27), warga Lubuk Linggau yang merantau ke Kamboja, menyisakan duka bagi keluarga. Sebelum meninggalkan kampung halaman untuk mencari pekerjaan, Rahmat sempat menyampaikan pesan khusus kepada keluarganya.

Rahmat merupakan warga RT 03, Kelurahan Puncak Kemuning, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan. Ia diketahui mulai merantau sejak 2023.

Sejak berangkat merantau, keluarga mengaku tidak lagi mendapatkan kabar dari Rahmat. Komunikasi dengan keluarga terputus hingga akhirnya kabar mengenai kondisi Rahmat datang dari Kamboja.

Keluarga mengetahui Rahmat sedang sakit dan menjalani perawatan di ruang ICU sebuah rumah sakit di Kamboja pada Jumat, 17 April 2026.

Informasi tersebut disampaikan KBRI Phnom Penh melalui Polres Lubuk Linggau. Kabar tersebut kemudian diteruskan kepada pihak kelurahan dan Ketua RT 03 Kelurahan Puncak Kemuning.

Rahmat Julianto Meninggal Dunia di Kamboja

Setelah sempat menjalani perawatan di ruang ICU, Rahmat Julianto akhirnya dikabarkan meninggal dunia pada Senin, 20 April 2026 sekitar pukul 17.05 WIB.

Kabar duka tersebut membuat keluarga di Lubuk Linggau terpukul, terlebih selama bertahun-tahun mereka tidak mendapatkan informasi mengenai kondisi Rahmat selama berada di luar negeri.

Saat ditemui di kediamannya pada Selasa, 21 April 2026, kakek Rahmat, Muhammad Soleh HB, menceritakan perjalanan cucunya sebelum akhirnya merantau ke Kamboja.

Ia mengatakan kedua orang tua Rahmat telah lama meninggal dunia. Selama ini, Rahmat mendapatkan perhatian dan pendampingan dari keluarga yang berada di Lubuk Linggau.

Sempat Merantau ke Jakarta

Muhammad Soleh mengungkapkan, sebelum pergi ke Kamboja, Rahmat sempat merantau ke Jakarta.

Pada 2023, Rahmat pernah meminta neneknya mengirimkan uang sebesar Rp1 juta untuk biaya pulang ke Lubuk Linggau.

Setelah kembali ke kampung halaman, Rahmat kemudian bercerita kepada neneknya mengenai pekerjaan yang dijalaninya.

Nenek Rahmat kemudian mengantarnya ke rumah seseorang yang membuka usaha rumah makan di sekitar Bandara Silampari Lubuk Linggau. Tujuannya untuk membantu Rahmat mencari pekerjaan.

Namun setelah dari tempat tersebut, Rahmat kembali ke rumah bersama neneknya.

Rahmat Kembali Memilih Merantau

Setibanya di rumah, Rahmat menyampaikan keinginannya untuk kembali ke Jakarta. Ia beralasan ingin mencari pekerjaan karena belum mendapatkan pekerjaan yang sesuai di Lubuk Linggau.

Rahmat kemudian pulang ke rumahnya untuk menyiapkan barang-barang yang akan dibawa.

Ia lalu berpamitan kepada kakeknya untuk kembali merantau ke Jakarta karena mendapat permintaan dari bos di tempatnya bekerja sebelumnya.

Sebelum meninggalkan rumah, Rahmat sempat bertemu dengan salah seorang kerabat dari pihak ibunya. Saat itulah ia menyampaikan pesan yang hingga kini terus diingat oleh keluarganya.

Pesan Rahmat Sebelum Pergi

Menurut Muhammad Soleh, Rahmat kala itu menyampaikan pesan mengenai keberhasilannya dalam mencari kehidupan di perantauan.

“Waktu itu dio ngomong kalau berhasil aku balek ke Linggau. Kalau aku dak berhasil balek tinggal namo,” kata Muhammad Soleh HB, menirukan pesan Rahmat saat itu.

Pesan tersebut kini menjadi kenangan yang sangat membekas bagi keluarga Rahmat.

Kepergian Rahmat untuk merantau yang awalnya bertujuan mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik justru berakhir dengan kabar duka dari Kamboja.

Keluarga di Lubuk Linggau kini berharap proses pemulangan jenazah Rahmat Julianto dari Kamboja dapat berjalan dengan baik sehingga ia dapat dimakamkan di kampung halamannya.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama