LUBUK LINGGAU – Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi turun langsung ke RSUD Siti Aisyah Lubuk Linggau untuk memantau proses penanganan jenazah korban kecelakaan Bus ALS dan truk tangki di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Jenazah para korban kecelakaan tersebut dibawa ke RSUD Siti Aisyah Lubuk Linggau pada Rabu, 6 Mei 2026, setelah insiden maut terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) wilayah Muratara.
Kapolres didampingi sejumlah pejabat utama (PJU) Polres Lubuk Linggau datang ke rumah sakit untuk memastikan proses penanganan jenazah berlangsung dengan baik dan sesuai prosedur.
Selain melakukan pemantauan, kehadiran Kapolres juga menjadi bentuk dukungan moril kepada keluarga korban yang tengah menghadapi musibah.
16 Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Bus ALS
Kecelakaan antara Bus ALS dan truk tangki tersebut terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.
Lokasi kecelakaan berada di Jalinsum, Desa Terusan, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam keterangan tersebut, sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Korban terdiri dari 14 penumpang Bus ALS dan dua orang dari truk tangki.
Setelah proses evakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Siti Aisyah Lubuk Linggau untuk menjalani proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Kapolres Pastikan Jenazah Ditangani Sesuai Prosedur
Kapolres Lubuk Linggau AKBP Adithia Bagus Arjunadi mengatakan kedatangannya ke RSUD Siti Aisyah bukan semata-mata dalam kapasitas sebagai aparat kepolisian.
Ia menyebut kehadiran tersebut juga sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga korban yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Kehadiran kami adalah untuk memastikan bahwa seluruh jenazah ditangani dengan penghormatan terbaik dan keluarga mendapatkan ketenangan di tengah situasi yang sulit ini,” ujar Adithia.
Kapolres juga melakukan koordinasi dengan tim medis RSUD Siti Aisyah Lubuk Linggau terkait proses identifikasi para korban.
Koordinasi dilakukan agar proses identifikasi dapat berlangsung secara cepat, namun tetap mengikuti prosedur yang berlaku.
Polisi Bantu Proses Identifikasi dan Administrasi
Selain memastikan penanganan jenazah, Polres Lubuk Linggau juga membantu proses koordinasi yang diperlukan keluarga korban selama berada di Lubuk Linggau.
Langkah tersebut dilakukan agar jenazah yang telah selesai menjalani proses identifikasi dapat segera diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di daerah asal masing-masing.
Adithia mengatakan kepolisian akan terus berada di tengah masyarakat, terutama ketika terjadi musibah yang menimbulkan banyak korban.
“Polri berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, terutama saat musibah terjadi. Kami pastikan pihak kepolisian akan membantu mempermudah segala urusan administrasi dan koordinasi yang diperlukan pihak keluarga korban selama berada di Lubuk Linggau,” katanya.
Proses penanganan dan identifikasi korban kecelakaan Bus ALS dengan truk tangki di Muratara selanjutnya dilakukan secara terkoordinasi antara kepolisian, rumah sakit, tim medis, dan pihak keluarga.
