Sopir Truk Protes Aturan Beli Solar Hanya Malam Hari di Lubuk Linggau




LUBUK LINGGAU – Kebijakan pembatasan waktu pembelian solar bersubsidi di sejumlah SPBU Kota Lubuk Linggau mulai mendapat keluhan dari para sopir truk, khususnya pengemudi yang melintas di Jalur Lintas Sumatera (Jalinsum).

Berdasarkan surat edaran Pemerintah Kota Lubuk Linggau, pengisian solar di seluruh SPBU di wilayah tersebut hanya diperbolehkan pada malam hingga dini hari, yakni mulai pukul 21.00 WIB sampai 05.00 WIB.

Aturan tersebut menuai keberatan karena para sopir truk yang mengandalkan jalur lintas Sumatera harus menyesuaikan waktu perjalanan dan pola istirahat mereka.

Sopir Truk Minta Aturan Pembelian Solar Dikaji Ulang

Salah seorang sopir truk, Sukri, mengatakan pembatasan waktu pengisian solar membuat perjalanan menjadi kurang efisien.

Menurutnya, sopir truk yang sedang melakukan perjalanan jarak jauh harus mengatur ulang waktu perjalanan agar bisa mendapatkan bahan bakar sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia berharap Pemerintah Kota Lubuk Linggau dapat mengevaluasi kembali kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan kondisi para sopir di lapangan.

“Kebijakan ini sangat perlu ditinjau ulang oleh pemerintah,” ujar Sukri, dikutip Kamis, 28 Mei 2026.

Ia menambahkan, pembatasan waktu pengisian solar berpotensi membuat jadwal perjalanan para pengemudi menjadi tidak menentu.

“Dengan adanya aturan pembatasan jam seperti ini, perjalanan kami menjadi sangat terganggu. Waktu tempuh jadi berantakan,” katanya.

Sopir Rela Mengantre Malam Hari Demi Solar

Keluhan serupa disampaikan sopir truk lainnya, Usman. Ia mengaku kebijakan tersebut membuat para pengemudi harus mengubah pola kerja dan waktu istirahat.

Agar kendaraan bisa mendapatkan solar dan kembali digunakan untuk perjalanan berikutnya, Usman bahkan memilih menghabiskan waktu malam dengan mengantre di SPBU.

“Kami ini sampai harus tidur di dalam mobil demi bisa dapat solar. Kebijakan ini jelas-jelas mengganggu jam istirahat kami,” ungkap Usman.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup menguras tenaga karena pada pagi hingga siang hari sopir tetap dituntut menjalankan aktivitas pekerjaan.

“Pagi hari kami dituntut harus bekerja, sementara malamnya yang harusnya buat istirahat, malah dipaksa melek untuk antre solar,” keluhnya.

Sopir Harapkan Ada Solusi dari Pemkot Lubuk Linggau

Para sopir truk berharap Pemerintah Kota Lubuk Linggau bersama instansi terkait dapat mempertimbangkan kondisi pengemudi yang menjalankan aktivitas distribusi barang melalui Jalur Lintas Sumatera.

Mereka menilai kelancaran distribusi logistik juga berkaitan dengan kondisi fisik pengemudi. Waktu istirahat yang cukup diperlukan agar sopir tetap bugar dan dapat berkendara dengan aman.

Karena itu, para sopir berharap pemerintah dapat mencari solusi maupun skema pengaturan yang tetap menjaga ketertiban pembelian solar, tetapi tidak menghambat aktivitas perjalanan dan distribusi logistik.

Evaluasi terhadap kebijakan tersebut diharapkan dapat menghasilkan aturan yang mempertimbangkan kebutuhan SPBU, distribusi bahan bakar, serta kondisi para pengguna Jalinsum yang melakukan perjalanan jarak jauh. ***

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama