Pekerja Koperasi Merah Putih Lubuk Linggau Meninggal Usai Jatuh Saat Pasang Penangkal Petir




LUBUK LINGGAU – Kabar duka datang dari proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kota Lubuk Linggau. Seorang pekerja bernama Soharto, warga Cianjur, Kelurahan Ponorogo, Kecamatan Lubuk Linggau Utara II, meninggal dunia setelah terjatuh saat memasang penangkal petir.

Peristiwa tersebut terjadi di bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang berada di Kelurahan Petanang Ulu, Kecamatan Lubuk Linggau Utara I, pada Minggu, 7 Juni 2026 sore.

Ketua RT 3 Kelurahan Petanang Ulu, M Aman, membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologi kecelakaan yang dialami korban.

“Iya memang ada. Saya mendapat kabar setelah pulang dari kebun, ada orang yang jatuh dari gedung Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

Diduga Terpeleset dari Atas Bangunan

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Soharto diduga kehilangan keseimbangan ketika berada di bagian atas bangunan saat melakukan pekerjaan pemasangan penangkal petir.

Korban kemudian terpeleset dan jatuh dari ketinggian. Setelah kejadian, Soharto sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun, akibat mengalami cedera berat, nyawa korban akhirnya tidak dapat diselamatkan.

Korban Disebut Tidak Menggunakan Pengaman

Terpisah, Dandim 0406 Lubuk Linggau, Danny Steven Surbakti, membenarkan adanya kecelakaan kerja tersebut saat dikonfirmasi pada Kamis, 11 Juni 2026.

Ia mengatakan pihaknya telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

“Kami sudah ke rumah duka, bertemu keluarga untuk menyampaikan belasungkawa,” katanya.

Danny menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima, korban tidak menggunakan tali pengaman ketika melakukan pekerjaan di bagian atas bangunan.

Padahal, menurutnya, penggunaan alat pengaman sebelumnya telah diingatkan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan saat bekerja di ketinggian.

“Kami sudah ke rumah duka bertemu keluarga. Keluarga menerima karena adanya kelalaian dari yang bersangkutan,” jelasnya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya penggunaan alat pelindung diri dan perlengkapan keselamatan, khususnya bagi pekerja yang melakukan aktivitas di ketinggian.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama