LUBUKLINGGAU - Seorang klien rehabilitasi narkoba melarikan diri dari IPWL Yayasan Karunia Insani, Kota Lubuk Linggau, setelah diduga mengamuk dan merusak sejumlah fasilitas di tempat rehabilitasi tersebut.
Klien yang melarikan diri diketahui bernama Irham Riko Prambudi. Ia disebut merupakan anak dari mantan anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara).
Sebelumnya, Irham diamankan oleh Satresnarkoba Polres Muratara di Desa Bingin Rupit, Kecamatan Rupit, dalam perkara penyalahgunaan narkoba.
Atas permintaan keluarga, Irham kemudian direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi di Yayasan Karunia Insani yang berada di Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuk Linggau Timur I.
Baru Dua Hari Menjalani Rehabilitasi
Tim Pelaksana Yayasan Karunia Insani, Pras, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan Irham baru dua hari menjalani program rehabilitasi sebelum insiden terjadi.
“Irham itu baru dua hari kami terima. Kami yang langsung menjemput dari Polres Muratara pada Kamis pagi, 6 Agustus 2026,” ujar Pras.
Menurutnya, kejadian bermula pada Jumat, 7 Agustus 2026. Saat itu, ibu kandung Irham datang ke yayasan untuk membahas rencana rujukan anaknya ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bengkulu.
Rencana tersebut muncul karena Irham diduga mengalami gejala depresi yang berkaitan dengan dampak penggunaan narkoba.
Mendengar Suara Ibunya, Irham Mengamuk
Aksi pengrusakan hingga kaburnya Irham terjadi sekitar pukul 14.40 WIB.
Saat itu, Irham diduga mendengar suara ibunya yang sedang berbicara dengan pihak yayasan di ruangan yang lokasinya tidak jauh dari ruang observasi tempat ia menjalani perawatan.
Pras mengatakan Irham beberapa kali meminta untuk bertemu dengan ibunya. Namun, permintaan tersebut tidak dipenuhi karena kondisi Irham dinilai belum stabil.
“Irham beberapa kali minta bertemu ibunya, tapi ibunya menolak karena kondisi anaknya yang tidak stabil. Begitu dengar suara ibunya, dia langsung teriak-teriak minta ketemu. Karena tidak dituruti, dia langsung mengamuk,” jelas Pras.
Dalam kondisi emosi, Irham kemudian menendang dan mendobrak pintu ruang observasi hingga mengalami kerusakan.
Ia juga disebut sempat mengancam klien rehabilitasi lainnya serta petugas yayasan menggunakan potongan kayu dari pintu yang dirusaknya.
Irham Disebut Pernah Menjalani Rehabilitasi di Tempat Lain
Pras menambahkan, Irham sebelumnya diketahui pernah menjalani rehabilitasi di sejumlah tempat lain.
Menurut informasi pihak yayasan, Irham memiliki riwayat keluar-masuk beberapa fasilitas rehabilitasi sebelum akhirnya dititipkan oleh keluarga untuk menjalani program di Yayasan Karunia Insani.
Pihak yayasan kemudian menangani kejadian tersebut dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan setelah Irham melarikan diri dari lokasi rehabilitasi. ***
